Buka-buka.com -Masyarakat Tojo Una-una mungkin masih banyak yang belum mengetahui seperti apa perkembangan Sekolah Rakyat yang jumlahnya 100 orang , genap satu Tahun menempati gedung BLK .
Dari hasil laporan Kepala Sekolah Rakyat (SR) Integrasi 60 Tojo Una-una Sulawesi Tengah Ibu Rahmati , bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya sebuah program tetapi dia lahir dari Presiden Prabowo di terjemahkan menjadi langkah nyata oleh Gusmen Syaifulah Yusuf lalu disambut gerak cepat dan komitmen Kuat oleh Bupati Tojo Unauna Ilham Lawidu
Selanjutnya dari gagasan menjadi gerakan, dari gerakan menjadi harapan bagi anak anak yang ada di Kabupaten Tojo Una-una .
Dengan adanya Sekolah Rakyat Terintegerasi 60 Tojo Unauna yang dulunya kehilangan harapan , yang dulu ada di bawa pohon kelapa ada yang di atas truk bahkan ada yang menjadi buru , srkarang bisa bersekolah
Ada banyak daerah di Sulawesi Tengah, namun hanya dua Kabupaten dan satu propinsi yakni Kabupaten Sigi disana ada Sentra Dikotowe sebab ada Gubernur . Tetapi di Kabupaten Tojo Unauna Ilham Lawidu yang mendatangi langsung ke Kementrian Sosial Republik Indonesia agar di Tojo Una- una ada Sekolah Rakyat .
Jadi perlu kita ketahui misi besar Sekolah Rakyat itu adalah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dengan program hilirisasi dan penguatan ekonomi untuk orang tua .
Hilirisasi pendidikan adalah anak -anak yang tidak bersekolah di ambil dan ditempatkan di Sekolah di pelihara dengan baik , diberi pendidikan dengan baik hingga nanti ketika mereka tamat SMA mereka harus khursus , jika mau kerja keluar negeri pemerintah memfasilitasi , kalau mereka mau kuliah tentu pemerintah akan membiayai itulah Sekolah Rakyat hadir.
Mengenai sumber daya yang ada di Sekolah Rakyat Integrasi 60 Tojo Una-una yang pertama pegawai Pemerintah daerah satu orang , ada wali asuh asrama , ada tenaga keamanan, tenaga dapur , dan kebersihan semuanya berasal dari pilar pilar Kementrian Sosial .
Ada guru dan tenaga pengajar pendidikan semua hasil penjaringan PPK Kementrian pusat .
Semua anak anak yang berada di Sekolah Rakyat sebelum jam 07 Pagi suda diberi makan , jam 10.00 di beri snak kue kue tradisipnal atau susu dan biskuit agar anak anak di Sekolah Rakyat tidak kekurangan gizi .
Selanjutnya makan siang ditambah snak kemudian makan malam dan itu setiap hari .
Tak hanya itu sampai soal kebersihan diri anak anak dari gunting kuku , sabun mandi , sabun cuci rexona semuanya di tanggulangi pemerintah termasuk kebutuhan pribadi mereka baju jilbab sampai pakaian dalam.
Untuk tempat tidur semua disediakan bantal selimut dan
Untuk kebutuhan Sekolah buku alat tulis semua diberikan .
Mungkin di Tojo Una-una hanya di Sekolah Rakyat Integritas 60 saja , siswa SD sudah di bagikan laptot satu orang satu.
pantauan kami di ruang kelas siswa SD yang jumlahnya 20 orang ternyata benar-benar mereka bisa mengoprasikan laptop .
Seorang guru yang berna Fetra mengatakan sejak mereka menerima pembagian laptop di ajarkan cara membuka dan mengoprasikan dan mereka lebih cepat menyelesaikan tugas yang diberikan .***

