Buka-buka com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Alkhairaat Desa Bantuga, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Rabu (21/10/2026), berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA) Alkhairaat se-Kabupaten Tojo Una-Una yang telah berlangsung selama kurang lebih lima hari.

Penutupan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Alkhairaat, tidak hanya dalam mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan agama, olahraga, dan seni.

Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Tojo Una-Una, Mahmud Lahay, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala MDA Alkhairaat se-Kabupaten Tojo Una-Una, pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Bantuga, seluruh panitia, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Mahmud secara khusus menyampaikan penghargaan kepada ibu-ibu yang setiap hari turut melayani kebutuhan makan dan minum sekitar 700 orang selama kegiatan berlangsung di lingkungan pondok pesantren.

Menurut Mahmud, pelaksanaan Porseni tingkat MDA Alkhairaat se-Kabupaten Tojo Una-Una merupakan kegiatan perdana yang diharapkan menjadi awal dari penyelenggaraan agenda serupa secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah bersepakat agar Porseni tingkat kecamatan dilaksanakan setiap tahun di masing-masing kecamatan, sedangkan Porseni tingkat kabupaten direncanakan berlangsung setiap dua tahun sekali.

Bahkan, kata Mahmud, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Alkhairaat telah memberikan sinyal positif agar Porseni MDA dapat dikembangkan menjadi agenda rutin di tingkat pusat dan selanjutnya diperluas ke tingkat provinsi.

“Artinya, jika dilaksanakan di tingkat provinsi, akan ada 13 kabupaten/kota yang berpartisipasi. Untuk penentuan tuan rumah, kita serahkan kepada PB Alkhairaat,” ujar Mahmud.

Bantuga Jadi Pusat Perhatian Pendidikan Alkhairaat

Dalam laporannya di hadapan Ketua Yayasan Alkhairaat, Dr. Ramdan Rampadio, Mahmud juga menjelaskan alasan Pondok Pesantren Alkhairaat Bantuga menjadi lokasi penting bagi berbagai kegiatan organisasi dan pendidikan Alkhairaat di Tojo Una-Una.

Menurutnya, Bantuga memiliki nilai historis dalam perjalanan Alkhairaat. Lembaga pendidikan MDA di wilayah tersebut juga menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka dalam lingkungan pendidikan Alkhairaat.

Mahmud menyebutkan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Pondok Pesantren Alkhairaat Bantuga mulai terlihat, bahkan sejumlah orang tua telah mendaftarkan anak mereka. Ia berharap, setelah menyelesaikan pendidikan di MDA dan sekolah dasar, semakin banyak anak yang melanjutkan pendidikan di pondok pesantren tersebut.

“Alhamdulillah, saat ini sudah ada yang mendaftar. Bahkan, sebagian anak yang tamat MDA dan sekolah dasar akan melanjutkan pendidikan di Pondok Alkhairaat Bantuga,” tuturnya.

Porseni Berpeluang Dikembangkan ke Tingkat Provinsi

Sementara itu, Ketua Yayasan Alkhairaat, Dr. Ramdan Rampadio, dalam sambutannya sebelum menutup seluruh rangkaian kegiatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Porseni MDA Alkhairaat se-Kabupaten Tojo Una-Una.

Ia menilai, pelaksanaan Porseni yang digagas Komda Alkhairaat Tojo Una-Una tersebut menjadi langkah penting dalam mengembangkan kegiatan pendidikan, olahraga, dan seni di lingkungan Alkhairaat.

Ramdan mengatakan, rencana pelaksanaan Porseni tingkat provinsi akan diusulkan dalam rapat Pengurus Besar Alkhairaat. Ia juga menyampaikan harapan agar Tojo Una-Una dapat menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Tojo Una-Una memiliki daya tarik tersendiri dan selama ini mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang mendapat perhatian serta apresiasi masyarakat.

Selain membahas pengembangan Porseni, Ramdan turut menyampaikan agenda besar Alkhairaat, yakni peringatan Satu Abad Alkhairaat pada 2027 yang direncanakan berlangsung di Taman Kota Palu.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan Presiden Republik Indonesia, dengan Gubernur Sulawesi Tengah sebagai ketua panitia.

Sejumlah kegiatan pendukung menuju peringatan satu abad tersebut telah dimulai pada 2026 oleh Pengurus Besar Alkhairaat, di antaranya pelatihan pemuda Alkhairaat tingkat nasional yang telah selesai dilaksanakan, serta beberapa program pelatihan lainnya.

Ajak Generasi Muda Melanjutkan Perjuangan Guru Tua

Dalam kesempatan yang sama, Ramdan mengimbau pengurus Alkhairaat di 12 kecamatan se-Kabupaten Tojo Una-Una agar mendorong anak-anak untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Alkhairaat Bantuga.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan Alkhairaat sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai perjuangan pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua.

Ramdan juga mengingatkan kembali nilai historis Ampana dalam perjalanan organisasi Alkhairaat. Menurutnya, kawasan Bantuga memiliki sejumlah momen penting yang patut terus dikenang oleh generasi penerus.

Ia kemudian menyampaikan pesan Guru Tua yang menekankan pentingnya menuntut ilmu, menjalankan kewajiban, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu mengabdi di mana pun berada.

“Wahai anak-anak Alkhairaat, laksanakan kewajibanmu menuntut ilmu, dan jadilah engkau pemimpin orang-orang yang terdepan di mana pun engkau ditempatkan untuk Alkhairaat.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, melainkan juga bagian dari tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

lRangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan penutupan Porseni MDA Alkhairaat di Bantuga pun menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan semangat belajar, serta meneguhkan komitmen keluarga besar Alkhairaat dalam membina generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi bagi daerah maupun bangsa.***