Buka-buka.com  – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Tojo Una-Una merilis kajian singkat yang mendorong dibukanya penerbangan langsung Makassar–Ampana. Kajian setebal 16 halaman itu ditujukan kepada Kementerian Pariwisata serta para pemangku kepentingan pariwisata dan penerbangan.

 

Kajian tersebut dibuka dengan perbandingan yang mencolok. Dari Bali, penerbangan langsung ke Dubai yang berjarak sekitar 7.500 kilometer memakan waktu sekitar 9 jam. Sementara itu, perjalanan dari Bali ke Kepulauan Togean, yang jaraknya hanya sekitar 1.200 kilometer, biasanya memakan waktu sekitar 28 jam.

“Togean tidak kurang indah. Togean kurang akses,” kata Ketua BPPD Kabupaten Tojo Una-Una, Thomas Despin.

Saat ini, rute yang paling umum ditempuh wisatawan adalah terbang dari Bali ke Makassar, lalu ke Luwuk. Dari Luwuk, wisatawan menempuh sekitar lima jam perjalanan darat ke Ampana, menginap semalam, lalu menyeberang ke Togean dengan kapal keesokan paginya.

Menurut kajian itu, penerbangan langsung Makassar–Ampana dengan jadwal yang tepat dapat memangkas waktu tempuh dari Bali menjadi sekitar 7,5 jam. Jika pesawat berangkat dari Makassar sekitar pukul 11.00 WITA, penumpang yang tiba pagi hari dari Bali, Jakarta, dan Singapura dapat langsung melanjutkan perjalanan, lalu tiba di pulau pada sore hari yang sama.

“Rute baru hanya akan berhasil jika jadwalnya tersambung dengan penerbangan yang membawa wisatawan ke Makassar. Itu kuncinya,” ujar Thomas.

 

Target  yang diharapkan,  berdasarkan data Dinas Pariwisata , Togean menerima sekitar 8.000 wisatawan per tahun. BPPD melihat potensi jangka panjang hingga sekitar 100.000 wisatawan per tahun, tetapi tidak menjadikan angka itu sebagai target awal.

“Kami realistis. Target tahap pertama adalah 20.000 sampai 25.000 wisatawan per tahun, dengan satu penerbangan per hari. Angka itu masih di bawah Raja Ampat, yang menerima sekitar 33.000 wisatawan pada 2024,” kata Thomas.

Sebagai gambaran potensi jangka panjang, kunjungan ke Taman Nasional Komodo naik dari sekitar 80.000 wisatawan pada 2014 menjadi 432.217 wisatawan pada 2025.

Dampak bagi ekonomi warga, Kajian itu memperkirakan, dengan rata-rata belanja Rp5 juta per wisatawan, 25.000 wisatawan per tahun akan membawa sekitar Rp125 miliar per tahun ke perekonomian Tojo Una-Una. Uang itu mengalir ke motoris kapal, pemilik homestay, nelayan, petani, warung, pemandu wisata, serta hotel dan rumah makan di Ampana.

Dari belanja tersebut, potensi pajak hotel dan restoran diperkirakan sekitar Rp7,5 miliar per tahun. Sebagai pembanding, target pendapatan asli daerah (PAD) Tojo Una-Una dalam APBD 2026 sekitar Rp101,8 miliar.

Ampana bukan sekadar tempat transit

Thomas menilai Ampana juga akan diuntungkan. Saat ini, sebagian besar wisatawan menginap di Ampana karena harus menunggu kapal. Dengan penerbangan langsung, setiap wisatawan Togean tetap melewati Ampana dua kali, yaitu saat datang dan saat pulang.

“Ampana punya daya tarik sendiri, dari geowisata Tanjung Api, Air Panas Marowo, sampai arung jeram Sungai Bongka. Kami ingin wisatawan singgah di Ampana karena memilih, bukan karena terpaksa,” katanya.

Kajian itu mencatat, peneliti Universitas Tadulako telah mengidentifikasi sepuluh situs geologi di kawasan Tanjung Api. Dua di antaranya memenuhi kriteria warisan geologi nasional.

Belajar dari rute sebelumnya

Rute Makassar–Ampana sebenarnya pernah dibuka pada 25 November 2020 dan berhenti pada 2021. Rute itu beroperasi pada masa pandemi, ketika wisatawan asing praktis tidak bisa berlibur ke Indonesia.

Penerbangannya juga awalnya hanya seminggu sekali, dengan jadwal yang tidak tersambung dengan penerbangan dari Jakarta dan Bali.

“Rute itu tidak gagal karena Togean tidak menarik. Rute itu tidak pernah punya kesempatan untuk berhasil,” ujar Thomas.

Kajian itu juga membahas rute Palu–Ampana, yang dibuka kembali pada Maret 2025 dan ditutup sementara pada Mei 2025 karena sepi penumpang. Menurut kajian tersebut, Palu tidak memiliki penerbangan langsung dari Bali, Singapura, maupun Kuala Lumpur, sehingga tidak tersambung dengan arus utama wisatawan asing.

BPPD mengusulkan penerbangan langsung Makassar–Ampana minimal tiga kali seminggu dan idealnya setiap hari, opsi rute lanjutan ke Gorontalo atau Manado, jadwal kapal yang disesuaikan dengan jam kedatangan pesawat, serta pengembangan atraksi wisata di Ampana.

Untuk mengurangi risiko maskapai, kajian itu menawarkan skema block seat sukarela. Dalam skema ini, pelaku usaha pariwisata membeli sejumlah kursi di muka setiap tahun untuk tamu mereka sendiri, tanpa membebani anggaran daerah.

Langkah awal ke arah itu sudah dimulai. Pada 14 Oktober 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una menjajaki rute Makassar–Ampana bersama Citilink.

“Kajian ini adalah dukungan untuk langkah tersebut. Akses ini bisa kita bangun bersama: pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, maskapai, pengelola bandara, dan pelaku usaha,” kata Thomas.

Kepulauan Togean ditetapkan sebagai taman nasional pada 2004 dan masuk daftar Cagar Biosfer UNESCO pada 2019. Di perairannya tercatat 262 jenis karang, termasuk satu jenis yang hanya ditemukan di Togean. ***